Minggu, 21 Januari 2018

KE LAHIRAN


Bakda subuh setelah kontraksi 2 jam dan menahan mata dokter agar tetap terjaga. Seluruh keluarga saling pandang dan bergandengan tangan. Aku yang kala itu tertidur tak berdaya setelah 9 bulan tercipta. Dalam gelap, akupun menahan pipis yang hingga kini belum berhasil kuingat rasanya.
Malam harinya untaian doa dalam sujud tahajud seorang yang kini genap berusia 64 tahun. Seorang lelaki tanpa kekuatan super dan kedigdayaan bak gatot kaca namun mampu meluluhkan dunia.

Malang, 4 rabiul awal 1410 hijriyah, telah lahir bayi dari rahim wanita. Seorang wanita yang gunung semeru pun belum tentu mampu menahan hentakan kakinya. Surga dan neraka dalam injakannya.

Bayi yang setelah menahan kencing selama beberapa jam, kini telah keluar dengan dibantu tim dokter yang telah bersiap terjaga. Saya sebagai bayi yang dulu pernah mengencingi dokter, ingin menyampaikan ribuan maaf, telah memaksa anda harus mandi jam lima pagi, dua puluh delapan tahun yang lalu.

Bayi yang kini berusia 28 tahun yang selalu dalam doa bapak dan ibunya. Lahir di dunia adalah sepenggal kejadian besar dalam hidupnya. Kini dia mampu berjalan bahkan berlari. Menuju kisah2 hebat dalam bagian hidupnya. Semoga tetap diberi kesehatan dan kekuatan untuk menempuh lorong hidup.