Pernah sehari dirundung bahagia
Saat belum sempat kurasakan
Terpikir dari pagi hingga siang
Satu persatu pasti dan selalu datang
Hingga banyak dan buatku kalah hari ini
Andai malam ini kepalaku terkalung pasung.
Antara kayu terikat ujung bulan yang pernah kulihat.
Nadir mengkerut menjadi lebam.
Gah tak tampak walu coba kutunjukkan
Hingga bibir ini tak mampu
Itulah batas diantara batas.
Gurau canda pun aku lupa caranya
Itu takkan aku lewatkan satu pikiran
Aku sayang kau