“Assalamualaikum,
dek ” suaraku sambil mengiringi ketuk pintu. “ waalaikum salam, iya mas
bentar.” sahutnya diiringi suara langkahnya. Dibukakan pintu rumah yang telah
dia tempati hari ini. Rumah hasil dari kerja kerasnya dan hasil jualan
onlineshop istrinya.
“Mas, kemaren
ibuk ke rumah, kangen Ana.” Kata istri Dimas. “Lho iya kah?kok gk ketemu?”
jawabnya. “Ih, Mas Dimas sih, gak pernah di rumah.” Jawab sang istri. “hemm,
ngomong aja kalo kamu kangen,” sahut dimas menggoda istrinya. ”hehe” ketawanya
simpul. Ketawa yang menggantung dalam bintik buta matanya saat hampir terlelap.
“cling, mas.”
Langsung aku lihat di widget whatsapp. Gawai
aku buka, dari nomor yang sama seperti yang aku lihat selepas isak tadi. “oh bu Rahma, ngapain malam-malam, chat?” pikirku. “Ada apa mas?” tanya
istriku. “Oh Cuma donatur” jawabku. Segera aku simpan gawaiku.
“ Mas ngantuk,
” “tidur dulu saja dek” sahutku. Seperti biasa tangan Dimas menekan tombol
remot untuk nyalakan Televisi, dan saat itu Filmnya the dark night rises.
Sambil iseng, tangannya membuka gawai yang ada di genggamnya. Entah jari ini
tak mau kompromi, tetiba tertekan chat dari bu Rahma yang sebenarnya dihindarinya
tadi. Memang sudah menjadi adatnya, harus jawab pesan yang sudah terbuka. “iya
bu” jawabnya.
“Mas Dimas
besok bisa minta tolong enggak buat ngambil lagi di rumah?” isi pesannya. “Iya
bu bisa, kok ngambilnya setiap hari bu? Yang ini atas nama siapa?” tukas Dimas.
“Atas nama pribadi, Mas.” Jawabnya.
“Oh siap bu,
ibu bisa ditemui jam berapa?” tanyaku menyahut. “ Jam 7 pagi, kalau Mas Dimas
tidak keberatan, malam ini juga gak papa kok mas.” Jawabnya.
“Mohon maaf bu
tidak bisa kalau malam ini.”
“Tidak papa
mas, saya gak ada yang marahi kok. ”
“Mohon maaf
bu, jika anda memaksa, nomer ini saya blok.”
“Mas Dimas
sudah beristri?”
“Iya bu, ”
“Andaikan kita selalu dikelilingi oarang yang kita
sayang.”
“Bukankah Semua
orang selalu bersama orang-orang yang dia sayang?” jawab dimas.
“Tidak semua
orang diberi anugerah seperti itu. Tidak semua beruntung seperti halnya Mas
Dimas, yang saat ini mungkin sedang bergurau dengan istrinya, menikmati mandi
malam karena air kencing anak balita.”
“Bukankah ibu
telah bersuami?”