Dalam samar.
Dalam tutup.
Hasut hati.
Hasut mulut.
Tak ada tapis.
Tak ada tangis.
Sebuah dosa.
Tanam berbisik.
Sedalam hati.
Relung kalbu.
Takut gemetar.
Berharap perlindunganMu
Jumat, 09 Februari 2018
BAD GENIUS
Sutradara: Nattawut Poonpiriya
Perusahaan produksi: Jor Kwang Films
Box office: 42,35 juta USD
Produser: Jira Maligool, Vanridee Pongsittisak, LAINNYA
Skenario: Nattawut Poonpiriya, Tanida Hantaweewatana, Vasudhorn Piyaromna
Rating IMDB: 7,9
Film besutan sutradara asal Thailand,
Nattawut Poonpriya ini bercerita mengenai masalah remaja pada umumnya. Yakni
sekolah, cinta, dan orang tua. Saat pertama melihat film ini, saya sudah
menganggapnya remeh, karena adegan pembukanya mirip sekali dengan film peraih 8
oscar, Slumdog Millionaire. Adegan pembuka diawali dengan menampilkan seseorang yang sedang diinterogasi karena kecurangan dalam menjawab soal. Tetapi setelah melihat
kelanjutannya, semakin tercermin kecerdasan sang sutradara dalam meramu plot
film ini.
Memang, sebelumnya sudah banyak film Thailand
yang bertemakan remaja. Tetapi kebanyakan film tersebut, bertema tentang cinta-cintaan dan
setan-setanan, sehingga film ini menjadi pilihan segar bagi para penikmat film
Thailand.
Memulai cerita dengan menampilkan anak
perempuan bernama lynn, mendaftarkan diri untuk menjadi siswi di sekolah
favorit di negara tersebut. Namun, karena keterbatasan biaya, Lynn melakukan negosiasi dengan kepala sekolah saat ujian wawancara. Kecerdasannya membuat Lynn diterima di sekolah itu. Masalah berawal ketika Lynn sang
tokoh utama, berasal dari keluarga miskin, memanfaatkan kepintarannya untuk
mencari uang dengan memberikan jawaban ujian kepada teman-temannya yang
notabene orang kaya semua.
Konflik mulai memuncak, saat ada
siswa lain bernama Bank yang juga si cerdas dari keluarga miskin, tetapi
memiliki sifat jujur dan naif. Bank, melaporkan kecurangan Lynn kepada pengawas
ujian. Klimaksnya, saat dibuka tes masuk universitas berskala internasional,
mereka berdua yang tadinya kontra, kini bersatu membuat bocoran soal, untuk
dibagikan kepada murid-murid kaya yang mau membayar jawaban mereka.
Sebuah film bergenre drama, criminal,
dan thriller remaja ini terbilang
unik. Hal ini dikarenakan, sang sutradara mampu mengemas permasalahan tingkat
sekolah, menjadi sebuah sindikat contekan nasional. Sebuah masalah sederhana
yang biasa kita lakukan saat masih sekolah, menjadi masalah yang rumit dan
harus berurusan dengan perangkat-perangkat negara, serta akan mempengaruhi masa depan pelajar satu negara.
Dalam setiap film remaja, tentu saja ada bumbu romantis. Saya melihat kisah cinta di film ini
ditampilkan sederhana selayakanya romansa anak SMA. Dimana tanpa adegan lebay
seperti film Dilan si pembawa rindu berat serta milea yang terlalu lemah
mengangkat bayangannya sendiri.
Pesan yang disampaikan di film ini
juga sangat mendalam dan sangat mengena kepada penontonnya. Kejujuran merupakan
harta paling berharga di dunia ini dan orang jahat adalah orang baik yang
tersakiti. Dua pesan itu yang paling kentara di film ini.
Namun saya sangat menyayangkan,
adegan di babak-babak akhir film. Lynn melakukan wawancara dengan seseorang di
ruangan mirip kelas. Hal ini membuat bingung penonton, mengenai plot kisah Lynn yang dapat mengurangi mood penonton, setelah sebelumnya
disuguhi kisah-kisah epic khas sindikat lembar jawaban. Tentunya tidak berpengaruh besar terhadap plot utama.
Banyak film-film mengenai remaja. Kebanyakan
mengenai percintaan khas romeo Juliet yang memberikan gombalan-gombalan sebagai
senjata untuk menaklukan cewek. Tetapi film ini menyuguhkan kisah lain tentang
kehidupan remaja. Pesan yang mendalam, plot yang menarik, dan kisah yangsegar,
membuat film ini menjadirekomendasi saya untuk disematkan ke daftar putar, di
catatan anda.
Langganan:
Postingan (Atom)
