Jumat, 09 Februari 2018

BAD GENIUS

Tanggal rilis23 Agustus 2017 (Indonesia)
SutradaraNattawut Poonpiriya
Perusahaan produksiJor Kwang Films
Box office42,35 juta USD
ProduserJira MaligoolVanridee PongsittisakLAINNYA
SkenarioNattawut PoonpiriyaTanida HantaweewatanaVasudhorn Piyaromna
Rating IMDB: 7,9


Film besutan sutradara asal Thailand, Nattawut Poonpriya ini bercerita mengenai masalah remaja pada umumnya. Yakni sekolah, cinta, dan orang tua. Saat pertama melihat film ini, saya sudah menganggapnya remeh, karena adegan pembukanya mirip sekali dengan film peraih 8 oscar, Slumdog Millionaire. Adegan pembuka diawali dengan menampilkan seseorang yang sedang diinterogasi karena kecurangan dalam menjawab soal. Tetapi setelah melihat kelanjutannya, semakin tercermin kecerdasan sang sutradara dalam meramu plot film ini.
Memang, sebelumnya sudah banyak film Thailand yang bertemakan remaja. Tetapi kebanyakan film tersebut, bertema tentang cinta-cintaan dan setan-setanan, sehingga film ini menjadi pilihan segar bagi para penikmat film Thailand.
Memulai cerita dengan menampilkan anak perempuan bernama lynn, mendaftarkan diri untuk menjadi siswi di sekolah favorit di negara tersebut. Namun, karena keterbatasan biaya, Lynn melakukan negosiasi dengan kepala sekolah saat ujian wawancara. Kecerdasannya membuat Lynn diterima di sekolah itu. Masalah berawal ketika Lynn sang tokoh utama, berasal dari keluarga miskin, memanfaatkan kepintarannya untuk mencari uang dengan memberikan jawaban ujian kepada teman-temannya yang notabene orang kaya semua.
Konflik mulai memuncak, saat ada siswa lain bernama Bank yang juga si cerdas dari keluarga miskin, tetapi memiliki sifat jujur dan naif. Bank, melaporkan kecurangan Lynn kepada pengawas ujian. Klimaksnya, saat dibuka tes masuk universitas berskala internasional, mereka berdua yang tadinya kontra, kini bersatu membuat bocoran soal, untuk dibagikan kepada murid-murid kaya yang mau membayar jawaban mereka.
Sebuah film bergenre drama, criminal, dan thriller remaja ini terbilang unik. Hal ini dikarenakan, sang sutradara mampu mengemas permasalahan tingkat sekolah, menjadi sebuah sindikat contekan nasional. Sebuah masalah sederhana yang biasa kita lakukan saat masih sekolah, menjadi masalah yang rumit dan harus berurusan dengan perangkat-perangkat negara, serta akan mempengaruhi masa depan pelajar satu negara.
Dalam setiap film remaja, tentu saja ada bumbu romantis. Saya melihat kisah cinta di film ini ditampilkan sederhana selayakanya romansa anak SMA. Dimana tanpa adegan lebay seperti film Dilan si pembawa rindu berat serta milea yang terlalu lemah mengangkat bayangannya sendiri.
Pesan yang disampaikan di film ini juga sangat mendalam dan sangat mengena kepada penontonnya. Kejujuran merupakan harta paling berharga di dunia ini dan orang jahat adalah orang baik yang tersakiti. Dua pesan itu yang paling kentara di film ini.
Namun saya sangat menyayangkan, adegan di babak-babak akhir film. Lynn melakukan wawancara dengan seseorang di ruangan mirip kelas. Hal ini membuat bingung penonton, mengenai plot kisah Lynn yang dapat mengurangi mood penonton, setelah sebelumnya disuguhi kisah-kisah epic khas sindikat lembar jawaban. Tentunya tidak berpengaruh besar terhadap plot utama.

Banyak film-film mengenai remaja. Kebanyakan mengenai percintaan khas romeo Juliet yang memberikan gombalan-gombalan sebagai senjata untuk menaklukan cewek. Tetapi film ini menyuguhkan kisah lain tentang kehidupan remaja. Pesan yang mendalam, plot yang menarik, dan kisah yangsegar, membuat film ini menjadirekomendasi saya untuk disematkan ke daftar putar, di catatan anda.


2 komentar: