Pagi ini pukul lima
Kau pun juga merasa
Mataku masih tertinggal dimimpi
Hidungku masih diam seperti kaki
Telah jauh kau buang rasa malas
Di belakang punggung mu sejauh seratus depa
Seakan tak ada beban menggantung ikhlas
Pikirmu hanya berisi besok makan apa
Aku belum sadar engkau baik
Tampak salah dari ubun-ubun hingga ke jari kaki
Aku melihat dengan mata sempit
Yang kau lakukan seriap pagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar