Angkat gala senandung pongah
Tajam sinis daun kamboja
Selupat cantik simpan hitamnya
Sadar hitam penuh arang
Hidung pengap abu membungkus
Tetap tatap jiwa riang
Tak sadar semakin terjerumus
Entah cahaya entah gelap
Sisi otak ingin menggugat
Nadi berdetak dalam pekat
Jauh ingin mendekat
Hati tergugah dalam petunjuk
Terlanjur sebatas leher
Tenggelam kelam tertumpuk
Semakin masuk semakin masuk
Nice poem :)
BalasHapusthanks bund
BalasHapus